Main Article Content

Abstract

Initial Public Offering (IPO) merupakan penawaran saham untuk pertama kalinya kepada publik yang dilakukan perusahaan untuk mendapatkan dana yang dapat digunakan sebagai perluasan usaha. Lembaga keuangan syariah yang pertama kali IPO (Initial Public Offering) adalah PT. Bank Panin Dubai Syariah Tbk pada tanggal 15 Januari 2014, Namun peneliti menemukan bahwa banyak lembaga keuangan syariah yang gagal dalam melakukan proses IPO. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan  tingkat  kesehatan  PT.  Bank Panin Dubai Syariah Tbk sebelum dan sesudah IPO dengan metode RGEC periode 2010-2017. rasio yang digunakan yaitu NPF (Non Performing Financing), GCG (Good Corporate Governance), BOPO (Biaya Operasional Terhadap Pendapatan Operasional) dan   CAR (Capital Adequacy Ratio). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulkan data secara dokumentasi, data didapatkan dari laporan keuangan PT. Bank Panin Dubai Syariah secara triwulan. Uji analisis yang digunakan adalah uji beda Paired Sample T-Test. Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test terhadap rasio NPF memperoleh T hitung sebesar -5,426 dengan nilai Sig (2-Tailed)  sebesar  0.000<0.05 sehingga menunjukkan terdapat perbedaan tingkat   kesehatan  rasio   NPF sebelum dan sesudah IPO. Rasio GCG memperoleh T hitung sebesar 1.547 dengan nilai Sig (2-Tailed) sebesar 0.143 > 0.05 sehingga menunjukkan tidak terdapat perbedaan tingkat kesehatan rasio GCG sebelum dan sesudah IPO. Rasio BOPO memperoleh Thitung sebesar 0.318 dengan nilai Sig (2-Tailed) sebesar 0.755 > 0.05 sehingga menunjukkan tidak terdapat perbedaan tingkat kesehatan rasio BOPO sebelum dan sesudah IPO. Rasio CAR memperoleh T   hitung   sebesar 4.482 dengan  nilai  Sig  (2-Tailed)  sebesar 0.000 < 0.05 sehingga menunjukkan terdapat perbedaan tingkat kesehatan rasio CAR sebelum dan sesudah IPO. Secara keseluruhan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan tingkat kesehatan PT. Bank Panin Dubai Syariah Tbk pada rasio GCG dan BOPO sebelum dan sesudah IPO, sedangkan pada rasio NPF dan CAR terdapat perbedaan signifikan tingkat kesehatan PT. Bank Panin Dubai Syariah Tbk sebelum dan sesudah IPO.

Article Details

How to Cite
Deviantika Fahriza, Ridho Kismawadi, E., & Basri. (2022). Analisis Perbandingan Tingkat Kesehatan PT. Bank Panin Dubai Syariah Tbk Sebelum dan Sesudah (IPO) (Initial Public Offering) dengan metode RGEC. Jurnal Ekonomi Dan Statistik Indonesia, 2(1), 24-34. https://doi.org/10.11594/jesi.02.01.04

References

Budi Santoso Totok, Triandaru Sigit. Bank dan Lem-baga Keuangan lain. Jakarta: Salemba Em-pat,2006.
Ikatan Bankir Indonesia. Supervisi Manajemen Risiko Bank. Jakarta: PT. Gramedia,2006.
Santoso, Edwin. Constant Profit from IPO Stocks. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo,
Susanto, Herry, dan Umam, Khaerul. Manajemen Pemasaran Bank Syariah. Bandung: CV. Pustaka Setia,2013.
Thomas, Suyatno Djuhaepah.T, Marala. Lembga Perbankan. Jakarta: Pustaka Utama,2007.
Widjaja, Gunawan dan Wulandari Risnamanitas, D. Seri Pengetahuan Pasar Modal: Go Public dan Go privat di Indonesia, Cet:1, Jakarta: Kencana,2009.