Main Article Content

Abstract

Salah satu tujuan hilirisasi industri adalah untuk menggeser struktur ekonomi yang semula berbasis komoditas menjadi ekonomi berbasis investasi, produksi, dan memiliki nilai tambah tinggi. Provinsi Riau dikaruniai kekayaan sumber daya alam yang berpotensi dikembangkan untuk hilirisasi industri. Akan tetapi hilirisasi industri tanpa memperhatikan keterkaitan antar sektor ekonomi dan antarwilayah tentu tidak akan berjalan maksimal. Studi ini menganalisis perekonomian Riau tidak hanya berdasarkan keterkaitan antar sektor, tetapi juga mempertimbangkan keterkaitan antara Riau dengan provinsi lainnya. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tabel Inter Regional Input Output (IRIO) Indonesia dan Tabel Input Output (IO) Provinsi Riau tahun 2016 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri unggulan di Provinsi Riau adalah Industri Pengolahan dan Pengadaan Listrik dan Gas. Hilirisasi industri di Riau sangat tepat dilakukan karena Industri Pengolahan yang merupakan industri unggulan juga akan dapat menarik dan mendorong pertumbuhan sektor lain. Analisis keterkaitan antar wilayah menunjukkan bahwa shock permintaan akhir di Provinsi Riau berdampak besar terhadap perekonomian di Provinsi DKI Jakarta. Di sisi lain, perekonomian Riau sangat dipengaruhi oleh shock permintaan akhir di Provinsi Aceh.

Article Details

How to Cite
Ronalia, P. (2021). Potensi Hilirisasi Industri di Provinsi Riau (Perspektif Tabel Interregional Input Output). Jurnal Ekonomi Dan Statistik Indonesia, 1(3), 182-197. https://doi.org/10.11594/jesi.01.03.06

References

Agusalim, L. (2016). Hilirisasi Indutri Agro Teori, Ke-bijakan, dan Kajian Empiris di Indonesia. Universi-tas Trilogi. Jakarta.
Alhempi, et al. (2014). Keterkaitan Sektor-Sektor Ekonomi Potensial di Provinsi Riau. Mimbar Vol. 30 No. 1 (Juni, 2014): 62-71.
Badan Pusat Statistik. (1999). Kerangka Teori dan Ana-lisis Tabel Input-Output. BPS. Jakarta.
Badan Pusat Statistik. (2020). Berita Resmi Statistik. BPS. Jakarta.
Badan Pusat Statistik. (2021). Laporan Perekonomian Riau 2019. BPS. Riau.
Badan Pusat Statistik. (2021). Produk Domestik Regional Bruto Provinsi-Provinsi di Indonesia menurut Lapangan Usaha. BPS. Jakarta.
Badan Pusat Statistik. (2021). Statistik Industri Besar dan Sedang Provinsi Riau Tahun 2018. BPS. Riau.
Bappenas. (2020). Rancangan Rencana Kerja Pemerintah 2022. Bappenas. Jakarta
Chenery, H.B., & Watanabe, T. (1958). International Comparisons of the Structure of Production. Econo-metrica, 26(4), 487–521.
Chen, Z., Liu, Y., Zhang, Y., & Zhong, Z. (2020). Interre-gional Economic Spillover and Carbon Productivity Embodied in Trade: Empirical Study from the Pan-Yangtze River Delta Region. Environmental Science and Pollution Research, 28, 7390–7403.
Daryanto, A., & Hafizrianda, Y. (2010). Analisis Input-Output dan Social Accounting Matrix untuk Pem-bangunan Ekonomi Daerah. IPB Press. Bogor.
Kementerian ESDM. (2020). Statistik Minyak dan Gas Bumi 2019. Kementerian ESDM. Jakarta.
Kementerian Pertanian. (2021). Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2019-2021. Kementerian Per-tanian. Jakarta.
Khairunnas, et al. (2014). Analisis Sektor Kunci dalam Perekonomian Provinsi Riau: Analisis Input-Output. Indonesian Journal of Agricultural Economics (IJAE) Volume 5, Nomor 2, Desember 2014.
Raflah dan Widodo. (2016). Identifikasi Sektor Ekonomi Non Migas sebagai Sektor Kunci Perekonomian Provinsi Riau menggunakan Analisis Tabel Input Output. Jurnal Akuntansi, Ekonomi, dan Mana-jemen Bisnis.
Rasmussen, P.N. (1958). Studies in Intersectoral Rela-tions. North-Holland PC. Amsterdam.
Tsukamoto, T. (2019). A Spatial Autoregressive Stochas-tic Frontier Model for Panel Data Incorporating a Model of Technical Inefficiency. Japan & the World Economy, 50, 66–7