Main Article Content

Abstract

Perekonomian Sulawesi Barat saling terkait antar industri dan antar wilayah. Kejadian gempa di Sulawesi Barat mungkin berdampak pada perekonomian wilayah sendiri dan wilayah lain. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keterkaitan antar industri dan antar wilayah bagi perekonomian Sulawesi Barat, khususnya dengan adanya gempa bumi. Metode yang digunakan adalah analisis model IRIO. Hasil analisis IRIO menunjukkan bahwa lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang memiliki share terbesar terhadap perekonomian Sulawesi Barat merupakan industri yang potensial untuk dikembangkan. Lapangan Usaha Pengadaan Air dan Gas; dan Industri Pengolahan merupakan industri unggulan di Sulawesi Barat. Adanya gempa bumi menyebabkan output dan NTB yang tercipta secara nasional turun sebesar 1.378,30 miliar rupiah dan 809,79 miliar rupiah. Dampak gempa juga dirasakan oleh provinsi lain. Provinsi yang merasakan dampak terbesar terhadap penurunan output dan NTB adalah DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Jawa Tengah, dan Banten. Industri unggulan perlu dioptimalisasi kinerja guna mempercepat pemulihan ekonomi Sulawesi Barat.

Article Details

How to Cite
Wulandari, M. D., & Ulfah, N. (2021). Keterkaitan Antar Industri dan Antar Wilayah bagi Perekonomian Sulawe-si Barat: Studi Dampak Gempa. Jurnal Ekonomi Dan Statistik Indonesia, 1(3), 261-267. https://doi.org/10.11594/jesi.01.03.11

References

Arman, Hadi, S., Fauzi, A., & Achsani, N. A. (2017). As-sessing the Effects of Inter-Regional Spillover and Feedback in Indonesia. International Journal of Environmental Problems, 3(1), 13-25.
Badan Pusat Statistik. (1999). Kerangka Teori dan Ana-lisis Tabel Input-Output. BPS. Jakarta.
Bank Indonesia. (2021). Laporan Perekonomina Provinsi Sulawesi Barat Februari 2021. Mamuju: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Bar-at
BPS Provinsi Sulawesi Barat (2019). Analisis Tabel In-put Output Provinsi Sulawesi Barat Tahun Ang-garan 2019. Mamuju: BPS Provinsi Sulawesi Barat dan Bappeda Provinsi Sulawesi Barat.
Economic Commission for Latin America and the Carib-bean (2014). Hanbook for Disaster Assessment. Santiago: United Nation.
Isa, M. (2016) Bencana Alam: Berdampak Positif Atau Negatif Terhadap Pertumbuhan Ekonomi?. The 3rd University Research Colloquium 2016.
Nurkholis, N., & Brodjonegoro, B. P. (2003). Dampak Desentralisasi Fiskal terhadap Perekonomian An-tar Daerah: Analisa Model IRIO. Jurnal Ekonomi Dan Pembangunan Indonesia, 3(2), 50-71. https://doi.org/10.21002/jepi.v3i2.28
Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Barat No. 8 Tahun 2017 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2017-2022.
Rasmussen, P.N. (1958). Studies in Intersectoral Rela-tions. North-Holland PC. Amsterdam.
Resosudarmo, B.P., Hartono, D., & Nurdianto, D.A. (2008). Inter-Island Economic Linkages and Con-nections in Indonesia. Economics and Finance in Indonesia Vol. 56 (3), Page 297 – 327.
Supriyatna, Y. (2011). Analisis Dampak Bencana ter-hadap Perekonomian Indonesia dengan Pendeka-tan SNSE. Tesis. Universitas Indonesia, Fakultas Ekonomi Program Pascasarjan.
United Nations. (1999). Handbook of Input-Output Table Compilation and Analysis. New York: United Na-tions Publication Millon.
Yuliandari, Y.R.D. (2012). Perubahan Struktur dan Dam-pak Ekonomi Akibat Bencana di Provinsi DIY. Tesis. Universitas Indonesia, Fakultas Ekonomi program Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik.

https://sulawesi.bisnis.com/read/20210127/539/1348322/total-kerugian-akibat-gempa-di-sulbar-mencapai-rp8291-miliar.
https://www.bps.go.id/statictable/2021/04/30/2127/tabel-inter-regional-input-output-indonesia-transaksi-domestik-atas-dasar-harga-produsen-menurut-34-provinsi-dan-17-lapangan-usaha-2016-juta-rupiah-.html
https://sulbar.bps.go.id/pressrelease/2021/10/01/993/agustus-2021--tpk-hotel-klasifikasi-bintang-adalah-17-44-persen--mengalami-penurunan-sebesar-0-44-poin-dibanding-juli-2021-.html
https://sulbar.bps.go.id/statictable/2021/05/31/334/-tabel-input-output-provinsi-sulawesi-barat-transaksi-domestik-atas-dasar-harga-produsen-17-lapangan-usaha-2016-juta-rupiah-.html