Main Article Content

Abstract

Kinerja perekonomian di suatu daerah tidak hanya dapat dilihat melalui kontribusi suatu sektor terhadap total perekonomian di daerah tersebut, namun juga dapat dilihat berdasarkan keterkaitan sektor tersebut terhadap sektor lainnya. Artinya, bagaimana suatu sektor mampu mempengaruhi dan memberikan efek terhadap aktivitas sektor-sektor ekonomi lainnya di daerah tersebut. Kontribusi suatu sektor terhadap total perekonomian, serta keterkaitan yang terjadi antar sektor akan memberikan gambaran menyeluruh terkait integrasi dalam pembangunan ekonomi di suatu daerah. Salah satu alat yang dapat digunakan adalah Tabel Input-Output Regional (Tabel I-O Regional). Tabel I-O Regional disusun untuk menyajikan gambaran hubungan timbal-balik dan saling keterkaitan antar sektor dalam perekonomian di suatu daerah selama periode tertentu (biasanya satu tahun). Selain itu, untuk memperlihatkan peranan dari masing-masing daerah dan adanya saling ketergantungan antar daerah tersebut, juga digunakan Inter-Regional Input-Output (Tabel IRIO). Pada tulisan ini, daerah yang menjadi fokus analisis adalah Provinsi Sumatera Barat, dengan menggunakan Tabel I-O Sumatera Barat berukuran 17x17 lapangan usaha serta Tabel IRIO 17 lapangan usaha x 34 provinsi yang diperoleh dari publikasi Badan Pusat Statistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa 4 lapangan usaha yang teridentifikasi sebagai nasional key sectors, dimana 3 lapangan usaha pertama juga merupakan local key sectors, yaitu: lapangan usaha Pengadaan Listrik dan Gas (D), Transportasi dan Pergudangan (H), Informasi dan Komunikasi (J) , serta Industri Pengolahan (C). Selain itu, jika terjadi perubahan permintaan akhir di Provinsi Sumatera Barat, maka provinsi yang akan menerima dampak limpahan (spillover output dan NTB) terbesar adalah ke provinsi-provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera, terutama provinsi DKI Jakarta. Di sisi lain, Provinsi Sumatera Barat akan memperoleh dampak limpahan (spillover output dan NTB) terbesar jika terjadi perubahan permintaan akhir di provinsi-provinsi di Pulau Sumatera, terutama Provinsi Jambi.

Article Details

How to Cite
Hidayah, F., & Sunarjo, D. A. (2021). Hubungan Antar Sektor dan Daerah dalam Perekonomian Provinsi Su-matera Barat Tahun 2016 (An Inter-Regional Input-Output Analysis). Jurnal Ekonomi Dan Statistik Indonesia, 1(3), 244-260. https://doi.org/10.11594/jesi.01.03.10

References

Badan Pusat Statistik. (2008). Kerangka Teori dan Ana-lisis Tabel Input-Output. BPS. Jakarta.
Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat. (2009). Penghitungan dan Analisa Tabel Input-Output Su-matera Barat 2017. BPS Provinsi Sumatera Barat. Padang.
Badan Pusat Statistik. (2021). Potret Sensus Penduduk 2020 Menuju Satu Data Kependudukan Indonesia. BPS. Jakarta.
Badan Pusat Statistik. (2021). Tabel Input-Output Indo-nesia 2016. BPS. Jakarta.
Cahyono, B., & Sumargo, B. (2005). Mengartikulasikan Tabel Input-Output dan Kerangka Analisisnya. Journal the Winner, 6(01), 33-50.
Chenery, H.B., & Watanabe, T. (1958). International Comparisons of the Structure of Production. Econo-metrica, 26(4), 487–521.
Chen, Z., Liu, Y., Zhang, Y., & Zhong, Z. (2020). Interre-gional Economic Spillover and Carbon Productivity Embodied in Trade: Empirical Study from the Pan-Yangtze River Delta Region. Environmental Science and Pollution Research, 28, 7390–7403.
Daryanto, A., & Hafizrianda, Y. (2010). Analisis Input-Output dan Social Accounting Matrix untuk Pem-bangunan Ekonomi Daerah. IPB Press. Bogor.
Hirawan, S.B., & Nurkholis. (2007). Perkembangan Hub-ungan Antar Sektor dan Antar Daerah Dalam Perekonomian Indonesia: Analisa Model Interre-gional Input-Output Tahun 1995 dan 2000. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, VIII (01), 35-61.
Luhur, E.S., Saptanto, S., Tajerin, Zamroni, A., & Arthatia-ni, F.Y. (2014). Analisis Konektivitas Kelautan dan Perikanan antar Wilayah Pulau Utama di Indone-sia. Jurnal Kebijakan Sosek KP, 4(1), 25-42.
Marlianti, N., Wahyunadi, & Harsono, I. (2017). The Role of Agricultural Sector on the Economy of West Nusa Tenggara (Input-Output Analysis Approach). Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan, 9(2), 176-189.
Muchdie (2017), Spatial Distribution of Multipliers in Kalimantan Island Economy: An Inter-Regional In-put-Output Analysis. Jurnal Ilmu Ekonomi, 6(I), 217-230.
Muryani & Swastika, R.B. (2018), Input-Output Analysis: A Case Study of Transportation Sector in Indonesia. Journal of Developing Economies, 03(2), 26-37.
Rasmussen, P.N. (1958). Studies in Intersectoral Rela-tions. North-Holland PC. Amsterdam.
Research and Statistics Department Economic and In-dustrial Policy Bureau Ministry of Economy, Trade and Industry (METI). (2010). 2005 Inter-Regional Input-Output Table – A Debrief Report. METI. To-kyo.
Resosudarmo, B.P., Hartono, D. & Nurdianto, D. A. (2008). Inter-Island Economic Linkages and Con-nections in Indonesia. Economics and Finance in Indonesia, 56(3), 297-327.
Stilwell, L.C., & Minnitt, R.C.A. (2000). Input-Output Analysis: Its Potential Application to The Mining Industry. The Journal of The South African Institute of Mining and Metallurgy, November/December, 455-460.
Tsukamoto, T. (2019). A Spatial Autoregressive Stochas-tic Frontier Model for Panel Data Incorporating a Model of Technical Inefficiency. Japan & the World Economy, 50, 66–77.
Widyawati, R.F. (2017). Analisis Keterkaitan Sektor Per-tanian Dan Pengaruhnya Terhadap Perekonomian Indonesia (Analisis Input Ouput). Jurnal Economia, 13(1), 14-27.
Wijaya, I.R.A., Masyuri, Irham, & Hartono, S. (2014). Ana-lisis Input Output Pengolahan Tembakau di Provin-si Jawa Timur. Agro Ekonomi, 24(1), 1-9.
Zuhri. (2015). Model Input Output dan Aplikasinya pada Enam Sektor. Jurnal Ilman, 3(1), 16-21.